Jan 23 2009

auliyaa

ketika ikhwah jatuh cinta - akhwat berbicara

Posted at 10:29 under Tak Berkategori

Ketika ikhwah Jatuh Cinta - Akhwat berbicara

December 20, 2008, 6:40 am
Filed under: Uncategorized

Artikel yang menurut saya lumayan bagus. Meski temanya klasik tapi menarik untuk dibaca karena dari sudut pandang akhwat dan bisa jadi renungan kita. Yah.. selama ini kan akhwat cenderung diam kalo udah masuk ke wilayah cinta. Di saat makin banyaknya aktivis-aktivis dakwah yang sudah kebablasan dalam hal cinta. Menjajakan cinta atas nama dakwah. (afwan Sebenarnya rada sarkas juga sih pemilihan katanya, tapi mesti gimana lagi penggambarannya? susah klo mo pake istilah laen, lagian kita sering nggak ngeh kalo penyebutannya terlalu biasa).

Soalnya kebanyakan (saya nggak bilang semua lho…,) aktivis dakwah sering TP TP sama lawan jenisnya. Itu bisa dilihat ketika dia sering TP TP lewat fasihnya kata-kata, luasnya ilmu, lewat indahnya untaian nasihat, lewat merdunya suara, dkk. Yang jelas motivasinya secara tidak disadari melenceng jadinya, sayang banget khan? Mungkin dan sangat bisa jadi kita pengumbar nafsu. Wah gimana donk?! Maunya show amal dengan fatwa-fatwa agama ke orang lain, eh gak taunya nyari muka, aduuuh sayang banget yak?! Maunya sih kasih comment di FS dengan taushiyah,nggak taunya??? Biar dianggep paling mantep ruhiyahnya.

Hohoho… ini kenyataan lho.. saya sering iseng2 chek comment2 FS “aktivis dakwah”.. yaahh.. lihat aja dari fotonya.. biasanya siy yang ikhwan kalo nggak tampang sholehnya yang dipajang yaa.. gambar mujahid Palestine, atau orang pake sorban (kafiyeh) dengan muka sebagian ditutup. Liat dari gambarnya siy waah.. subhanallah… Militan negh kayaknya! profilenya juga.. mulai dari puisi tentang dakwah, aktiivitasnya dakwahnya yang segambreng, sampe kata-kata mutiara yang bisa bangkitin ghiroh! Tapi pas liat commentnya… hihi… rata2 yang ngisi akhwat.. dengan kata-kata romantis pula..Beberapa contohnya,

“syukron akhi atas tausyiahnya. . jangan bosen-bosen ingetin ana yah…”

(hihi.. nggak ada akhwat yang ingetin anti ya ukh…?)

“Salam.. Lama nggak silaturahim, .. gimana kabarnya? Sekarang kegiatannya apa?”

(penting gitu? Siapa eloe?!)

“Add ana aja akh.. biar nambah ukhuwah… ini alamatnya……, atau kalo mau chating ini alamat YM ana…” (hadooohh… MR-nya nggak marah tuh ukh?!)

Hehe.. masih banyak lagi dah yang laennya.. di FS akhwat juga nggak jauh beda.. biasanya dengan foto kartun bergambar akhwat, kemudian ngeliat profilenya yang lebih mirip biodata untuk taaruf, sampe puisi-puisi cinta.. (haddooohh…) comment2nya pun nggak kalah vulgar dengan yang di atas… cuma bedanya yang ngirimin ya ikhwan… hohoho…. pernah saya iseng sekali2 comment ke akhwat tsb.. “hihihi… gile bener…!!! ikhwan semua tuh yang comment ukh! Mesra-mesra pula lagi! Kenapa nggak sekalian aja ajak taaruf… terus temen2 akhwatnya mana tuh ukh… lagi marahan yah? Sebenernya siapa yang salah ya? Hohoho…”

Ya Allah… begitu halusnya… hingga kita tak menyadarinya. Jangan-jangan saya dan kita mungkin sudah terjebak dalam permainan setan ini?! lambat laun karena tidak sadar, akhirnya kita telah jadi korban.

Tanpa bermaksud menuduh siapapun, tulisan ini tentunya tidak harus membuat kita berhenti terpaku tuk meneruskan berbuat kebaikan, saling menasehati, bertausyiah, berfastabiqul khoirot. Karena berhenti dan sesuatu harus bersandar pada Allah SWT. Namun sangatlah bijak, jika kita mau berhenti sejenak menengok ke dalam relung hati kita yang paling dalam, sudah luruskah niat kita? adakah benih karat yang mencoba menggerogoti? Kenapa tausyiah kita hanya kepada lawan jenis? Padahal masih banyak saudara2 kita sesama jenis yang butuh nasihat kita. Niat & keikhlasan seutuhnya adalah urusan makhluk dengan sang Kholik langsung, manusia lain manapun tidak mampu menilainya. Jika belum lurus, mari kita sama-sama luruskan. Jika merasa berat meluruskannya, mari sama-sama berdo’a semoga Allah memberikan kekuatan lebih dan senantiasa menjauhkan kita dari keterpedayaan. Selamat membaca artikel singkat di bawah ini.

-Farizal-

Ketika Ikhwah Harus Jatuh Cinta

Akhwat Berbicara…

Frens fillah…izinkan ane bercerita. Dalam kisah ini ane memakai sudut pandang orang pertama tunggal (aku, saya, ane, gue, whatever!), alurnya bolak-balik (alias semau ane). Ending terserah ente. Dan settingnya di sebuah medan bernama medan dakwah. Di sana penuh dengan cobaan, ujian, onak, duri, aral melintang sampai romantisme perjuangan.

Mengapa romantisme? Karena ane rasa di stasiun-stasiun perjalanan, di setiap sendi kehidupan, di setiap makhluk yang bernyawa (terutama manusia), yang di dalamnya ada segumpal daging yang disebut hati, di hati itu ada rasa. Rasa itu berwujud cinta. Cinta itu fitrah! Cinta itu anugerah! Yang jika benar menempatkannya, akan berakhir bahagia. Dan jika salah penempatannya, maka akan berujung malapetaka.

Yah.. cinta. Tak pernah bosan untuk dibahas. Sesuatu yang diulang, dan akan terus berulang. Dari zaman nenek moyang (bapak Adam dan Ibunda Hawa) sampai akhir zaman. Manusia yang tengah merasakannya bisa lupa waktu, lupa diri, lupa makan, bahkan lupa ingatan! (ck..ck..the power of love). Afwan, ane bukan seorang pujangga apalagi pakar cinta. Tapi (katanya) kekuatan cintalah yang menjadikan seseorang mendadak puitis, mendadak kreatif, mendadak inovatif, mendadak solutif, dan mendadak dangdut (lho?! He..he..af1 jiddan). Ane akan coba fokus. Ane gak akan membahas tentang cinta. Apa itu cinta, untuk siapa cinta itu diberikan, dan lain sebagainya. insyaAllah akan ana bahas di lain kesempatan. Dengan topik dan judul yang berbeda tentunya.

Oh ya… Izinkan juga ana bicara dari hati seorang wanita (bukan berarti mewakili kaum hawa keseluruhan) ini murni dari suara hati ane pribadi, so jangan men”generalisasi”kan pada semua akhwat. Kalo mau protes ke ane aja, otre?!)

Fenomena ini mungkin terjadi hampir di setiap medan dakwah. Pokoknya ada aktivis dakwahnya, ADS (Aktivis Dakwah Sekolah) maupun ADK (Aktivis Dakwah Kampus/kampung) . Pemerannya adalah akhwat en ikhwan. Keduanya adalah partner yang saling berkoordinasi dalam dakwah. Banyak sekali artikel dan buku yang telah membahasnya. Seminar, dauroh, sampai kajian liqo-pun membicarakannya. Gimana kalao ikhwah jatuh cinta? Hmmmm…. wajar tuh! Fitrah koq! Normal ih! (oke-oke… peace man!) dari ikhwah yang militan sampai yang meletan, semua berpeluang merasakannya. Yang jelas jatuh cinta ala ikhwah gak sama dengan orang ammah. (af1, maksud ane ikhwah di sini yang tingkat pemahaman keislamannya lebih -sedikit atau banyak- dibandingkan orang ammah/awam). Kalo yang ngakunya ikhwah (ikhwan or akhwat), cara mengelola, memanaj, dan menyikapi, seharusnya, lebih bijak, lebih hati-hati, lebih terkontrol, tanpa harus mengikuti dorongan nafsu dan masih dalam koridor-koridor syar’i (warning! Harap dibedakan dengan ikhwah yang “bermasalah” ato “error”, kasusnya beda lagi).

Selain cara menyikapinya, cobaan dan ujiannya juga beda. Tentunya syaitan pengujinya juga selevel dengan kualitas yang diuji. Sebagai aktivis yang menyeru ke jalan Allah, ber-amar ma’ruf nahi munkar, godaannya lebih berat lagi. Gimana nggak? Wong aktivis dakwah sholatnya tepat waktu dan berjama’ah di masjid, tilawahnya 1 juz perhari, diamnya dzikir, ma’sturat pagi-petang, qiyamullail, rawatib, en dhuha nggak pernah ketinggalan, amalan-amalan sunnah yang lain pun tetap jalan, bacaannya yang berbau islam, hadirnya ke majelis ilmu dan majelis dzikir, hidupnya hanya untuk dakwah dan jihad fisabilillah… ck…ck….syetan cs pada kualahan tuh! Syuro nya jadi lebih giat buat ngatur strategi jitu.

Tapi yang namanya syetan gak akan kehabisan akal (emang syetan punya akal???!!!) dia punya 1001 (bahkan beribu-ribu) cara untuk memasuki celah-celah yang menjadi peluang baginya. For example, dari hasil nguping pembicaraan manusia, syetan dapet bocoran kalo cinta itu datangnya dari mata turun ke hati. Akhirnya ia berusaha menggoda aktivis dakwah dari matanya (pandangannya) , banyak juga sih yang berjatuhan akibat ulahnya ini. Tapi godaan ini gak mempan, gak ngaruh, en ga ngefek bagi aktivis yang ghodul bashar (menjaga pandangan). Kemudian syetan dkk mengambil cara lain. Sms-sms bernada dakwahpun menyebar. Dari paket taujih, bangunin qiyamullail, nanya kabar, lagi ngapain? Udah makan ato belum? Met ultah yaaa (gubrak! Mang siapa lu, siapa gue???!)

Nggak sampe di situ, syaitan juga semakin canggih mengikuti perkembangan IPTEK. Syetan yang udah lulus kuliah di jurusan teknik informatika membuat program-program khusus di internet dan menyebarkan virus-virus aneh ke computer hati para aktivis dakwah. Yang gak punya komputer pribadi penyebaran virusnya bisa lewat flash disk, CD room, kabel data, disket dan lain-lain (nyambung gak seh? Ya disambung-sambungin aja ya!). berbagai fasilitas di dunia maya telah disajikan. Mulai via email, chatting, fs dengan testinya, sampai sebuah situs yang memfasilitasi para netter agar bisa berinteraksi dan memiliki komunitas sambil menampilkan foto dirinya. Semua hadir di tengah kita untuk memudahkan komunikasi. Fasilitas ini pula yang dimanfaatkan aktivis dakwah untuk bersilaturrahmi, sharring pengetahuan, diskusi dakwah, menjalin ukhuwah, dsb. Dst. Ada juga yang niatnya mencari pasangan hidup. (Itu mah kembali ke diri sendiri. Mau pake jalur “swasta” [nyari sendiri] ato jalur “negeri” [lewat murabbi] yang jelas keberkahan harus tetap dijaga. Saran ane, senantiasa luruskan niat! Di awal, di tengah, sampai akhir).

Nah, dari komunikasi dunia maya itu, ada yang memberitahukan identitas diri, ada pula yang tidak, bahkan ada yang menyembunyikannya dengan berbohong. Astaghfirullah… .namanya juga dunia maya, dunia gak jelas! Awalnya mungkin nanya asl, skul-kul-or ker, dmn? Nama? ada fs? Email? Sampai tukeran no HP (waduh koq tahu nih? Pengalaman pribadi ya? Sstt…amniyah ^_^). Nggak cukup sampe di situ, follow-up nya adalah sms-sms taujih dan kata-kata penyemangat. Ada juga yang ngirim berita/artikell islami lewat email. Atau sekadar berbalas testi di friendster. Ada juga yang janjian chatting di YM (Yahoo Messanger) dengan dalih melanjutkan perbincangan yang sempet tertunda di chatting perdana.

Yah…begitulah hubungan itu berlanjut sampai akhirnya ada kata ta’aruf dilontarkan, ada kata khitbah diajukan, dan ujungnya, sebuah pernikahan dilangsungkan. Nggak semua seh yang sukses sampe tahap itu. Sang Sutradara-lah yang mengatur. Semua adalah skenario dan rekayasa-Nya. Manusia hanya berencana dan ikhtiar, keputusan tetap dalam genggaman-Nya. Tapi kita manusia juga diberi pilihan. Hidup adalah pilihan. Mau baik ato buruk, mau syurga or neraka., mau sukses ato gagal, semua adalah pilihan. Namun tetap Allah Yang Maha Menentukan. Lebih tepatnya ketentuan yang diikhtiarkan. Semua tetap dibawah kuasa dan kendali-Nya. Makanya kita disuruh memaksimalkan ikhtiar, rajin-rajin berdo’a, lebih mendekatkan diri pada-Nya, dan berserah diri kepada-Nya (tawakkal). insyaAllah, apa yang menjadi pilihan kita, akan dimudahkan dan diberikan yang terbaik. Allahlah Yang Maha Tahu, so nikmati dan syukuri lah apa yang telah diberi. Semua pasti ada hikmahnya. (Lho koq jadi kemana-mana ya?!).

Afwan sebenarnya yang pengen ana sampaikan adalah pilihan kita untuk memilih pasangan. Bagi para ikhwan, pikirkanlah baik-baik (matang-matang, masak-masak) sebelum menawarkan sebuah jalinan bernama ta’aruf. Jangan mudah melontarkannya jika tak ada komitmen dan kesungguhan untuk meneruskannya. Mengertilah keadaan kami (akhwat). Antum tahu, bahwa sifat kaum hawa itu lebih sensitif. Kami mudah sekali terbawa perasaan. Disadari atau tidak, diakui atau tidak, kami adalah makhluk yang mudah sekali GeEr, suka disanjung, suka diberi pujian apalagi diberi perhatian lebih. Jadi saat kata ta’aruf atau mungkin khitbah itu keluar dari lisan seorang lelaki baik dan sholih seperti antum, tak ada alasan bagi kami untuk menolak. Karena jika kami menolak tanpa alasan yang jelas, maka hanya fitnah yang ada. Jadi, tolong tanyakan lagi pada diri antm, apakah kata-kata itu memang keluar dari lubuk hati antum yang terdalam? Apakah antum sudah memohon petunjuk kepada yang Maha Menguasai Hati? Apa antum benar-benar siap (ilmu, iman, mental, fisik, materi, dll) untuk menjalin ikatan suci bernama pernikahan?

Sekali lagi, berhatihatilah dengan kata ta’aruf. Karena ta’aruf adalah gerbang menuju pernikahan. Kemudian timbul pertanyaan, berapa jauhkah jarak pintu gerbang menuju pintu rumah antum? Padahal selama perjalanan akan banyak cobaan menghadang. Bunga-bunga indah di halaman rumah antum bisa membuat kami terpesona. Kolam ikan yang indah juga membuat kami terlena. Ingin sekali kami memetiknya, ingin sekali kami berlama-lama di sana menikmati keindahan dan kenikmatan yang antum sajikan. Tapi kami nggak berhak, kami belum mendapat izin dari si empunya rumah. Tadinya kami ingin segera mencapai sebuah keberkahan, tapi di tengah jalan antum menyuguhkan keindahan-keindahan yang membuat kami lupa akan tujuan semula.

Lebih menyakitkan lagi jika antum membuka gerbang itu lebar-lebar dan kamipun menyambut panggilan antum dengan hati berbunga-bunga. Tapi setelah kami mendekat dan sampai di depan pintu rumah antum, ternyata pintu rumah antum masih tertutup. Bahkan antum tak berniat membukakannya.

Saat itulah hati kami hancur berkeping-keping. Setelah semua harapan kami rangkai, kami bangun, tapi kini semua runtuh tanpa sebuah kepastian. Atau mungkin antum akan membukakannya, tapi kapan? Antum bilang jika saatnya tepat. Lalu antum membiarkan kami menunggu di teras rumah antum dengan suguhan yang membuat kami kembali terbuai, tanpa ada sebuah kejelasan. Jangan biarkan kami berlama-lama di halaman rumah antum jika memang antum tak ingin atau belum siap membukakan pintu untuk kami. Kami akan segera pulang karena mungkin saja kami salah alamat. Siapa tahu rumah antum memang bukan tempat berlabuhnya hati ini. Ada rumah lain yang siap menjadi tempat bernaung bagi kami dari teriknya matahari dan derasnya hujan di luar sana. Kami tak ingin mengkhianati calon suami kami yang sebenarnya. Di istananya ia menunggu calon bidadarinya. Menata istananya agar tampak indah. Sementara kami berkunjung dan berlama-lama di istana orang lain.

Akhi, sebelum ijab qobul itu keluar dari lisan antum, cinta adalah cobaan. Cinta itu akan cenderung pada nafsu. Cinta itu akan cenderung untuk mengajak berbuat maksiat . Itu pasti! Langkah-langkah syetan yang akan menuntunnya. Kita tentunya gak mau memakai label “ta’aruf” untuk membungkus suatu kemaksiatan bukan? Hati-hatilah dengan hubungan ta’aruf yang menjelma menjadi TTM (Ta’aruf Tapi Mesra). Tolong hargai kami sebagai saudara antum. Kami bukan kelinci percobaan. Kami punya perasaan yang tidak berhak antum buat “coba-coba”. Pikirkanlah kembali. Mintalah petunjukNya. Jika antum memang sudah siap dan merasa mantap, segera jemput kami.

Dan satu lagi yang perlu antum perhatikan adalah bagaimana cara antum menjemput. Tentunya kita menginginkan kata BERKAH di awal, di tengah, sampai di ujung pernikahan kan? Hanya ridho dan keberkahanNya lah yang menjadi tujuan. Pilihlah cara yang tepat dan berkah. Antum sudah merasa mantap pada akhwat itu. Antum yakin seyakin-yakinnya bahwa dialah bidadari yang akan menghias istana antum. Tapi antum tidak menggunakan cara yang tepat untuk menjemputnya. Sama halnya jika antum yakin dan mantap untuk menuju Surabaya. Tapi dari Jakarta antum salah memilih kendaraan, akibatnya antum gak akan pernah sampai ke Surabaya, malah nyasar. Ato kendaraannya sudah bener tapi nggak efektif. Terlalu lama di perjalanan. Masih keliling-keliling dulu. Akhirnya banyak waktu terbuang percuma selama perjalanan. So, antum juga harus memikirkan cara yang baik/ahsan, tepat dan berkah agar bahtera rumah tangga antum berjalan di atas ridho dan keberkahanNya. (Tuh kan jadi kemana-mana lagi. Tapi gak papa deh. Setidaknya unek-unek ana dah keluar, fiufh lega!)

Di depan tadi kita bahas apaan sih? Oh ya, ketika ikhwah jatuh cinta. Ana ga akan bahas panjang lebar karena ana tau kalian pasti akan bosan membaca celotehan ana yang “njelimet”. Tapi izinkan ana mengutip beberapa bait tulisan yang ada di majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M sebagai perenungan bagi jiwa-jiwa yang merindukan kehadiran sang teman sejati untuk melangkah bersama menuju jannahNya…

40 responses so far




40 Responses to “ketika ikhwah jatuh cinta - akhwat berbicara”

  1.   rice2goldon 23 Jan 2009 at 13:38 1

    rumit yah ???
    tapi itulah kondisi kekinian yang terjadi!!!
    tidak dapat dipungkiri kematangan yang terjadi justeru kebanyakan hanya menentuh level alam fikiran saja, banyak yang gak beranjak menuju hati dan kondisi dilapangan.

  2.   Aryoon 23 Jan 2009 at 14:46 2

    Hi…Banyak yang ngerasa ya…aku? Mmmmm…

    Alhamdulillah…Aku ga pake foto yang bertampang sholeh, ganteng, narcis, atau militan di FS ku…hehehe…sekalian promsi ah… main2 ke sini ya: http://www.friendster.com/aryocalm

    Nuhun…

  3.   Arida Sahputraon 26 Jan 2009 at 14:51 3

    Luar biasa. Walaupun muter-muter tulisannya tapi seru juga yach. Biki penasaran pembaca. Ana tunggu tulisan berikutnya???
    Ini bukan kata2 mutiara.
    Tetapi dari hatiku yg paling dalam.

  4.   auliyaaon 27 Jan 2009 at 08:25 4

    tulisann panjang tapi paham isinya itu lebih seru daripada tulisan pendek tapi sama sekali tak paham didalamnya.. ok bwt akhi-akhi yang udah ksh cmd jazakumullah.. insya allah tulisan nya akan diperbaharui lagi… :)

    hati yang paling dalam.. weikkss.. sedalam apa yach…???

  5.   budimanon 27 Jan 2009 at 14:00 5

    panjang memang panjang tulisannya
    tp gpp suka paragraf2 yg diatas , kena bgt tuh ! hehe

  6.   akhi_tangguhon 01 Feb 2009 at 12:27 6

    he he he, waaach kayaknya faham dengan realita yaaa.hmmm sering ketemu buuuanyaaak kasus niiich.hmmm, cinta yaaaaa….

  7.   Arief Adion 04 Feb 2009 at 15:06 7

    Wah… dilematik. nggak juga sih.. tapi memang manusia beda beda.. semoga dimudahkan dalam berbuat hal2 yang diridhoi Allah AwJ

  8.   abyanon 13 Feb 2009 at 18:07 8

    emang ia susah banget buat ngelurusin niat,mudah2an dengan membaca artikel ini banyak aktivis-aktivis kita terbuka hatinya buat benerin niat,seruu…nin di tunggu yang laen

  9.   bgoon 24 Feb 2009 at 22:07 9

    cintalagi..cinta lagi kagak ada yang pa ya, kalo udah cinta ya nikah aja, jadi (ikhwan?akhwat) kok ribet amat

  10.   nurulon 25 Feb 2009 at 18:00 10

    asw.
    bagus banget tulisannya..
    ngena banget lagii..
    seruu..
    bagus banget kalau dibaca seluruh ikhman dn akhwat.

  11.   ujeon 19 Mar 2009 at 10:04 11

    assalamualaikum.wr.wb
    subhanallah, semoga apa yang di paparkan dlm artikel ini mampu menggugah hati-hati yg telah terlanjur salah dalam memaknai arti cinta yg hakiki.
    luar biasa..atikelnya tepat sasaran, bagi ana pribadi nyentuh BGT.
    jzkllh khair.

  12.   liyaon 29 Mar 2009 at 13:22 12

    kena niich….he..he…hayo siapa ????
    jazakillah khair, good advice….semoga hari esok lebih baik

  13.   Ani setiya rahayuon 13 Apr 2009 at 21:41 13

    Ukhti,memang itu lah yg bnyk trjadi dijalan dakwah saat ini.ikhwah yg mstiny lbhkuat mlah trbawa arus percintaan ‘versi terbaru’ yg snggup membobol pertahanan ketakwaan.hahaha,serem bgt bhsany.
    Smga apa yg anti tlis bkn pnglaman pribdi yah..
    Amin

  14.   akhwat lampungon 17 Apr 2009 at 10:15 14

    assalammualaikum.wr.wb
    astaghfirullahal’adzim………………
    kena deeeeeeeeeeeeh………….
    he.he.he
    jazakilah ya ukhti. semoga ana atau siapapun yang pernah mengalami akan insyaf segera…………..

    amiiiiiin…………..
    wasalammualaikum.wr.wb

  15.   Nashon 22 Apr 2009 at 16:37 15

    assalamu’alaykum..
    hhmm…klo ana ngebayanginnya nie ya, artikel ini dibacakan disebuah majelis taklim/forum/seminar yg pesertanya adalah para ikhwah. bacanya keras, pke speaker. wah..kyaknya bkalan seru nieeh…ngga kebayang deh..^_^
    nice artikel!

  16.   dieon 26 Mei 2009 at 14:54 16

    Assalamualaikum, ukh tulisannya ana copy dan ana jadikan di catatan FB.

  17.   Adeon 28 Mei 2009 at 22:02 17

    Ma

  18.   dinion 19 Jun 2009 at 17:19 18

    subhanallah…
    syukron

  19.   Najwaon 06 Jul 2009 at 17:52 19

    Aslm ukhti, tulisannya nampol buangedz!
    syukron untuk pengingatannya
    boleh ana copaste ga?
    jzkk
    salam kenal.

  20.   freedaon 08 Jul 2009 at 22:44 20

    ^_^ Sukron ukh… jadi ndak enak nih.. ana dapet alamat antum juga dari ikhwan nih.. adek.. (^_~)v
    Bismillah, luruskan niat.. selalu.. dan setiap saat… (kok kaya bunyi iklan..hoho)

    Salam ukhuwah,
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    .:: Freeda March ::.

  21.   wiwingon 13 Jul 2009 at 08:42 21

    Aslkm,,
    subhanallah ukh,,artikel na ngena bGd,,
    ditunggU ya ,, ulasan Ttg ikhwan & akhwat ^^
    syukron_

  22.   mithaon 03 Agu 2009 at 13:38 22

    subhanallah,,,bnr2 “mengena” tulisan anti,,,
    ana bnr2 ngrt skrag,, bgmn qt sbg ikhwah utk ngjga hati qt spy gk slh lgkh,,,
    jzkillah ya ukhti,,

    n_n

  23.   eccion 20 Agu 2009 at 12:56 23

    assalamulaikum.wr.wb
    subhanallah .. syukron yya ukti …
    artikel bagus dan bisa menjadi referensi diri ana …

    hemmm … kenna juga dech ana ..
    hehehehe .

  24.   seorang ukhtion 30 Agu 2009 at 07:32 24

    assalamualaikum,,,,wah subhanallah artikelnya ukh,, kayanya,,kena deh,,,doain juga ukh, biar akhwat dan ikhwan yang sedang berjuang di jalanNya dapat jaga hati,,,,^_^

  25.   ikhaon 10 Sep 2009 at 21:47 25

    Subhanallah bagus ukh artikel nya…
    Semoga Allah selalu menetapkan hati kita di jalan nya.. Amiiin..
    Tetap istiqamah ukh.. oiya ana minta izin, mau copy artikel nya ukhti.. Syukron Katsiro..

  26.   meion 07 Okt 2009 at 02:44 26

    mudah2an Allah menerima taubat kita yang terlanjur khilaf,,,astaghfirullah……ampuni ya rabb…..

  27.   surya85on 09 Nop 2009 at 12:26 27

    Barakallahu……smg syaiton tdk menggangu kita..jazklh ukhty…

  28.   dewion 10 Nop 2009 at 11:10 28

    Aslm…salam kenal..
    cinta…cinta…
    siapa yang bisa luput? (ups) biar klise biar geli ngedengernya biar norak rasanya, kalo udah soal begini…hemmh…

    ngena banget ukhty…

  29.   nie_saon 10 Nop 2009 at 21:28 29

    assalamualaikum wr.br
    artikel yg mengena bagi saya yg masih belajar. terima kasih

  30.   abu abdillahon 12 Nop 2009 at 16:00 30

    assalamu alaykum.

    jazakumullah khayran atas nasehatnya wa baarakallahu fiki ya sahabatku

  31.   risaon 18 Nop 2009 at 22:00 31

    yayaya…ukhti..apa yg anti tulis bener2 kejadian deh!!iya sy jg dapet curhatan gt deh dari akhwat yg br (mgkn) jatuh cinta!!
    walah…bingung gmna jawabnya

    hehehe

    bisa tlg angkat tema simpati?itu udah termasuk jatuh cinta belum?
    syukron…

  32.   Ukh Son 03 Des 2009 at 22:41 32

    Masya Allah…. Syukkron jiddan, ukh.
    Artikelnya ngena bgt bwt ana, ukh.
    Salnya hal tersebut yang sedang ana alami saat ini..
    astagfirullah,,, smoga kita senantiasa slalu di beri petunjuk dri-Nya…
    Izin,, ana copy-paste vah, artikelnya….
    keren abiiiiizzzzzzzzzzzzzzz………
    Subhanallah…
    Jazkillah khair…..
    n_n

  33.   KequeSartSerson 07 Des 2009 at 08:33 33

    This is my first word :)
    Hi

  34.   ukh_cuon 15 Des 2009 at 14:37 34

    Hmmmm…
    kasian bgt yah ukhti dan akhi itu…
    wah,,syaithon itu emag pinter bgt goda’in..
    Bener kata ustdz klo FB itu malah bikin orang jadi riya’ dan menghalalkan suatu yang hina diatas dakwah.
    klo kayak gitu mending nikah aja..kan aman
    dan juga kefuturan itu sering kali terjadi di kalangan aktivis.
    mengapa???
    tanyakan saja pada rumput yang bergoyang..
    hehehe

  35. [...]  http://auliyaa.blogdetik.com/2009/01/23/… [...]

  36.   hasan asrama umon 27 Des 2009 at 00:23 36

    aslkum w w.syukron ukh,dgn artikel d atas ana jd tau perasaan sorg akhwat.zzk

  37.   lllllon 01 Jan 2010 at 13:44 37

    Assalamu’alaikum wr. wb

    ijin copy. . .

    Wassalamu’alaikum wr. wb

  38.   Wahyudion 08 Jan 2010 at 21:14 38

    Subhanallah bagus artikelnya, ane copas di blog ane… ni sebagai permintaan izin… slm ukhuwah, slm perjuangan untuk tegaknya da’wah… afwan jiddan

  39.   Rumsanahon 18 Jan 2010 at 21:58 39

    Syukron katsir, ane izin di share di Facebook ane ya.

  40.   el_nataon 19 Jan 2010 at 16:12 40

    keren…., sekalian mengingatkan untuk akhwat2 dan ikhwan yang menebar kata2 dakwah dengan maksd dan tujuan yang selain mengharap ridho Allah…

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda